Games

Malam Terakhir di Giuseppe Meazza Tak Akan Pernah Dilupakan Zanetti

Update Terakhir: May 12, 2014

Malam Terakhir di Giuseppe Meazza Tak Akan Pernah Dilupakan Zanetti

Malam Terakhir di Giuseppe Meazza Tak Akan Pernah Dilupakan Zanetti

Pemain idola kubu klub Inter Milan bernama Javier Zanetti memang sudah resmi akan mengakhiri masa kerjanya yang sudah berlangsung selama 19 tahun. Setelah laga melawan Lazio, pemain yang memiliki julukan sebagai Pupi itu pun lantas menyampaikan salah perpisahannya kepada para fans setia Inter Milan.

Suasana yang ada di stadion Giuseppe Meazza ini berubah menjadi sedih. Para fans yang memadati seisi stadion kemudian tidak kuasa untuk menitikkan air mata, begitu juga dengan sang pemain itu sendiri dan juga rekan satu timnya. Banyak pula yang membuat spanduk dan slogan dengan menggunakan bahasa Italia yang mungkin saja bermaksa rasa terima kasih. Maklum sjaa, pemain yang berasal dari Negara Argentina tersebut itu merupakan salah satu pemain Inter Milan yang paling setia.

Zanetti yang pada saat ini sudah berusia 40 tahun tersebut itu pun mengungkapkan bahwa dirinya tidak akan melupakan malam yang sangat indah di Giuseppe Meazza. Di mana puluhan ribu tifosi menitihkan air mata mengiringi langkah dari Zanetti yang pada musim panas nanti tidak akan ada lagi berada di atas lapangan untuk bermain.

Zanetti mengungkapkan bahwa dirinya menangis di dalam sukacita, emosi dan juga rasa kasih sayang dari para fans. Malam ini tidak akan bisa untuk terlupakan bagi saya pribadi.

Begitu banyak sekali kenangan yang terlintas di dalam pikiran saya. Saya ini sudah mengenakan kostum dan ban kapten selama ini bertahun – tahun lamanya. Saya juga harus mengucapkan rasa terima kasih kepada semua orang yang selalu setia memberikan dukungan kepada perjalanan karir saya selama ini dengan rasa cinta yang terus saja mereka tunjukkan hingga saat ini.

Sebelum laga, saya ini melihat atmosfer yang begitu sangat spektakuler sekali. Saya ini akan selalu mencoba untuk mengingat semuanya ini selamanya. Saya telah begitu banyak sekali mengalami masa – masa yang sangat indah dan akan selalu merasa bangga bisa mengenakan jersey kebanggaan klub ini. Selama memperkuat Inter Milan saya merasa senang dan itu tidak akan bisa terlupakan sampai kapan pun.

Sepanjang pemain tersebut itu mengucapkan salam perpisahan, anaknya yang bernama Tommy berlarian di lapangan sambil menggiring bola. Lantas apakah dari sang anak ini akan mengikuti jejak langkah dari sang ayah nantinya?

Kami ini akan terus menemaninya dan akan selalu memberikan dukungan selama kami bisa ke depannya. Akan tetapi nampaknya dia itu memiliki gerakan yang sangat tepat untuk bisa menjadi seorang pemain sepakbola. Semoga ke depannya anak itu bisa bermain sepakbola dengan sungguh – sungguh jika memang dari dalam jati dirinya menginginkan untuk menjadi seorang pemain sepakbola kelas dunia pada masa mendatang.